Monday, June 20, 2005
sebuah manifesto yang sia-sia

Sebelum betul-betul ‘aku’ tanggal dari ingatanmu, sebelum ‘aku’ hanyut bersama mimpimu, sebelum semua kenanangan hancur berkeping-keping, sebagai sahabat aku ingin berbagi rahasia denganmu. inilah benda-benda yang selalu kuanggap rahasia tersebut: ketika novelis gabriel garcia marquez yakin bahwa kematian semakin dekat akibat dari kanker limpa yang dideritanya, dia berpesan kepada para sahabatnya. melalui sahabat-sahabatnya pesan itu ditujukan kepadaku (yang selalu ingin menjadi seorang plagiat sejati dari mimpi-mimpi garcia). Dan inilah semacam manifesto sia-sia dari rahasia yang ingin kubagi denganmu: Jika engkau ingin melupakanku—bahwa aku adalah sebuah boneka rombeng yang dianugrahi secuil kehidupan yang brengsek, maka mungkin tidak akan kukatakan apa yang aku pikirkan, namun aku lebih memikirkan apa yang akan kukatakan. aku selalu ingin menilai sesuatu bukan dari nilainya tapi dari maknanya. ketika engkau melupakan aku, kau akan tidur barang sebentar, bermimpi lebih banyak, memahami tiap menit pada saat engakau memejamkan mata dan engkau telah kehilangan 60 detik cahaya. Sementara aku ingin berjalan terus saat semua orang berhenti. aku ingin terjaga saat semua orang tertidur. aku ingin menikmati dan memilih jadi pendengar pada saat orang lain berbicara seperti aku menikmati lezatnya es krim! Sebelum engkau benar-benar melupakanku, aku selalu berdandan sederhana, menengadahkan kearah dimana matahari berada, tidak hanya membaringkan tubuh tetapi juga jiwaku. sahabat, jika aku memiliki hati akan kutuliskan kebencianku diatas hamparan es dan menunggu cahaya matahari untuk melelehkannya. kepada bintang-bintang aku akan menuliskan mimpi-mimpi van gogh, pada nyanyian hujan aku akan menuliskan puisi beneddeti dan nyanyian serrat, yang akan menjadi serenada indah dan akan kulantunkan pada sang rembulan. dengan derai airmataku akan kusirami setiap kuntum mawar dengan merasakan tusukan-tusukan durinya. dan akan kuberikan setiap kecupan penuh pada setiap kelopaknya. Sahabat, jika aku memiliki hati dalam secuil kehidupan ini, tak akan kubiarkan hari-hari berlalu tanpa memberitahu orang yang kucintai, bahwa aku sangat mencintainya. akan senatiasa kuyakinkan dia bahwa aku begitu menyukainya dan aku akan hidup oleh cintanya dan dalam cintanya. aku kutunjukkan padanya bahwa seorang laki-laki akan menjadi keliru ketika berhenti mencintai. kedapa cintaku akan kuberi sayap dan membiarkannya belajar terbang sendiri. Sahabat, jika engkau melupakanku dengan mimpi dan cara pandangmu yang selama ini memahami persahabatan kita, engkau akan memahami bahwa banyak manusia yang ingin hidup dipuncak gunung, tanpa tahu bahwa kebahagian sesungguhnya terdapat pada cara mengukur kebahagiaan itu sendiri. Jika engkau mampu melupakanku, engkau akan mempelajari bahwa setiap bayi yang baru lahir, untuk pertama kali menyentuh jari-jari ayahnya, bayi itu akan terjebak selamanya. Jika engkau melupakanku, engkau juga akan paham bahwa manusia punya hak untuk melihat kebawah, hanya jika ia harus membantu sesama mencapai kakinya. Sahabat, darimu telah kupelajari banyak hal, tetapi sesungguhnya di dalam mimpi dan kebenaran tidak banyak yang bisa dijalankan, karena itu, semua rahasia ini kusimpan saja dalam koporku, dan dengan jujur harus kukatakan; aku harus menguap bersama mimpimu.

Posted at 11:08 pm by rahung
Make a comment  




keturunan bajak laut dan seorang plagiat

<< January 2012 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31



If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed